Rahasia umum apabila masyarakat Minangkabau suka merantau. Dalam perjalanan merantau inilah masyarakat Minang harus mempunyai suatu pegangan atau bekal agar dapat menjaga diri jika ada yang mengganggu keamanan diri. Silat Minangkabau menjadi salah satu bekal bagi seorang pemuda di Minangkabau jika ingin merantau.

Merantau tidak ada batasan kemana harus pergi,bisa di dalam maupun luar Indonesia. Ketika merantau, masyarakat Minang akan mengajarkan ilmunya pada orang yang dapat membutuhkan dan dapat dipercaya. Orang Minang tidak pelit dalam hal berbagi ilmu, termasuk membagi ilmu Silatnya. Pada artikel ini, akan dipaparkan bagaimana perantau minang membagi ilmu (silat) ketika berada di perantauan (negeri orang) khususnya di luar Indonesia.

Baca juga : Cerita Minang lucu : Mahasiswa “ele” baru merantau
silek tuo

  1. Singapura
    Posisi Singapura atau dahulu disebut Tumasik/Tamasek yang strategis membuat wilayah ini dikunjungi oleh berbagai bangsa semenja dahulu kala. Silat Minangkabau telah menyebar ke sana pada tahun 1160 dengan ditandainya gleombang migrasi bangsa Melayu dari Minangkabau.
  2. Malaysia
    Penyebaran Silat Minangkabau di Negeri Malaysia terutama akibat migrasi penduduk Minangkabau ke Mlaka pada abad ke 16 dan juga karena adanya koloni Minangkabau di Negeri Sembilan yang menganut faham Dt. Prapatiah Nan Sabatang (Koto Piliang). Silat Pangian, Sitaralak, Silat Luncur juga berkembang di negeri jiran ini. Silat Cekak, salah satu perguruan silat terbesar di Malaysia juga memiliki unsur-unsur aliran Silat Minangkabau, seperti Silek Luncua, Sitaralak, Kuncian Kumango dan Lintau di dalam materi pembelajarannya. Salah satu tokoh pahlawan Malaysia terkenal akan Silatnya adalah Hang Tuah.

    Baca juga : Penyebaran Silat Minangkabau di Indonesia

  3. Filipina
    Penyebaran Islam ke Mindanao yang dilakukan oleh Raja Baginda keturunan Minangkabau dari Kepulauan Sulu pada tahun 1390. Penyebaran ini mengakibatkan penyebaran budaya Minangkabau termasuk silat ke wilayah Mindanao namun bukti=buktinya masih perlu dikasi lebih dalam.
  4. Brunei Darussalam
    Penyebaran Silat ke Brunei seiring dengan perjalanan bangsawan dan penduduk Minangkabau ke Negeri Brunei. Ada dugaan bahwa Awang Alak Betatar, pendiri kerajaan Brunei (1363-1402) berasal dari Minangkabau karena gelar-gelar dari saudara-saudara beliau mirip dengan gelar-gelar dari Minangkabau. Migrasi masyarakat Minangkabau berawal dari pemerintahan Sultan Nasruddin (Sultan Brunei ke-15) tahun 1690-1710 yang ditandai dengan tokoh yang bernama Dato Godam (Datuk Godam) atau Raja Umar dari keturunan Bandaro Tanjung Sungayang, Pagaruyung.
    silat tuo
  5. Austria
    Perguruan Silaltnya bernama PMG Sentak, dikembangkan oleh Pandeka Mihar, didirikan oleh Bapak H.Syamsinar Isa di daerah Kamang Mudiak, kemudian dibawa oleh muridnya yang merantau ke Austria.
  6. Spannyol
    Perguruan Silatnya bernama Harimau Minangkabau, dikembangkan oleh Guru Hanafi di kota Basque.
    Berikut cuplikan Videonya
    http://youtu.be/PyuPYIpS62Q

  7. Belanda
    -Silat Tuo dikembangkan oleh Doeby Usman
    -Satria Muda, dikembangkan oleh Vherry dan Nick Smith pada 1971. Mereka adalah murid dari Guru W. Thomson,
    -Paulu Sembilan, Silat dari Pauh Sembilan Kota Padang
  8. Hongkong
    Perguruannya bernama Black Triangle Silat dikembangkan Pendekar Scoot McQuaid. Pendekar Scott adalah termasuk dalam jalur waris dari guru Hanafi, sama dengan Guru de-Bordes di Ghana.
  9. Amerika Serikat
    -Bapak Waleed adalah salah satu tokoh yang mengembangkan Silat Minangkabau di USA,
    -Baringin Sakti yang dikembangkan oleh Guru Eric Kruk
  10. Perancis
    Perguruannya bernama Saudara Kaum dikembangkan oleh Haji Syofyan Nadar. Perguruan ini juga memiliki guru mengajarkan silat dari Tanah Sunda seperti Maenpo Cianjur (Sabandar, Cikalong, dan Cikaret) dan Silat Garis Paksi.
  11. Ghana, Afrika
    Perguruannya bernama Harimau Minangkabau dikembangkan oleh Guru de-Bordes yang belajar ke Guru Hanafi dengan permainan Silat Harimau.

 

silek-tuo

Sangat banyak penyebaran silat Minangkabau bahkan hingga ke Negara Afrika. Tapi sayangnya silat Minangkabau kini seakan kehilangan kilaunya. Pemuda tidak lagi menggemari silat Minangkabau. Jangakan mempelajari silat Minangkabau, berpetualang ke alam bebas dan mendengar pituah tetua adat saja semakin jarang.

Pemuda Minang lebih gemar bermain dengan gadget  nya atau hanya nongkrong di kafe-kafe. Di lain itu, regenerasi orang yang dituakan di dalam adat juga kurang gencar karena tergerus zaman serba modern ini. Ya, setidaknya menuntut ilmu agama dan dunia jangan dilupakan dan tetaplah merantau agar dapat mempelajari segala sesuatu yang baru serta sebagai seorang pemuda kita juga bisa menerapkan kemampuan yang telah kita peroleh semasa remaja di kampung.

 

 

comment

comment