Ketika akan menikah, pihak anak daro (pengantion perempuan) akan menjemput marapulai (pengantin laki-laki). Bingkisan adat yang dibawa oleh petugas panjampuik maapulai melambangkan pesan-pesan dari keluarga penjemput yang tersimpul dari berbagai macam rempah-rempah yang terdapat dalam bingkisan tersebut.

Sesampainya petugas panjampuik di rumah ibu marapulai, maka bingkisan adat itu disampaikan kepada pihak yang menunggu sesuai tata cara adat pula. Pihak penanti biasanya terdiri dari mamak adat atau mamak pusako dan urang sumando beserta orang yang patut dalam lingkungan keluar itu.

Baca juga : Mengenal Tradisi “Maanta Pabukoan” bukan kamu yang mau nikah?

budaya minangkabauAdapun bingkisan panjampuik (di Ampek Koto Maninjau – Luhak Agam yang dijadikan sebagai contoh) biasanya terdiri dari 7 macam di bawah ini:

  1. Sirih langkok (sirih lengkap) yang terdiri dari:
    1. Daun sirian nan basusun;
    2. Sadah (Kapur) nan ka dipalik;
    3. Gambir nan ka dipipie;
    4. Pinang dan bauleh;
    5. Tembakau nan ka dijujuik
  2. Sirih sekapur
    Adalah sirih yang telah diramu dan siap untuk dimakan dan banyaknya adalah 4 buah.carano
  3. Rokok empat batang
    Rokok yang dalam bahasa Minang disebut Paisok dahulunya adalah rokok bikinan sendiri yang terbuat dari gulungan tembakau dengan pucuk enau. Kini rokok tersebut telah diganti dengan rokok sigaret atau kretek.
  4. Beras di dalam gambut
    Yang disebut kambuik (gambut) adalah wadah kecil bertutup anyaman daun pandan.
  5. Uang logam senilai 105 rupiah
  6. Lilin jo ambalau
    Lilin yang dipakai bukanlah lilin untuk lampu tapi lilin sialang atau lilin untuk membatik. Sedangkan ambalau atau galo-galo biasanya digunakan untuk merekat punco pisau atau parang atau alat pertanian lainnya dengan hulu atau tangkainya.
  7. Saputangan yang disulam anak daro
    Kemudian barang-barang tersebut dimasukkan ke dalam carani yang ditutup dengan kain dalamak atau dibungkus rapi dalam saputangan putih sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Baca Juga : Minangkabau Adat Nan Sebenar Adat

 

comment

comment